Oct 10, 2016

DR. OZ : 9 Cara Mudah dan Paling Ampuh Mengobati Tulang Belakang Bengkok (Skoliosis atau Scoliosis)

Scoliosis atau skoliosis (bengkok) merupakan kelainan yang terjadi pada struktur rangka tubuh berupa tulang belakang yang melengkung dengan kurva abnormal sehingga membuat bentuk tulang membengkok dengan arah yang berbeda-beda yakni ke depan, belakang, samping kanan atau kiri. Secara normalnya, bila dilihat tampak depan (koronal), maka kurva tulang belakang akan terlihat lurus segaris dimulai dari bagian leher sampai tulang ekor (sacrococcygeus). Bila dilihat dari sisi samping (lateral view) maka terdapat kurva ke depan terus ke belakang. Kurva (lengkungan) pada struktur tulang belakang ini bermanfaat untuk kestabilan tulang belakang dalam menahan beban tubuh. Secara lengkap kelengkungan (kurva) pada struktur tulang belakang adalah sebagai berikut :
  • Tulang leher melengkung ke depan (lordosis),
  • Tulang punggung melengkung ke belakang (kifosis),
  • Tulang pinggang (lumbal) melengkung ke depan lagi,
  • Tulang duduk (sakrum) akan melengkung ke belakang sampai ke tulang ekor.
Pada kasus scoliosis (skoliosis) yang terjadi adalah bengkok (melengkung) ke arah kiri atau ke kanan (lateral) dan tidak lurus. Kelengkungan pada skoliosis ini dikaitkan dengan poros tengah. Bila kelengkungan tulang belakang melengkung ke sisi kanan disebut Dextroscoliosis, dan bila kelengkungan ke arah sisi kiri disebut Levoscoliosis.

Gambar Terkait DR. OZ :  9 Cara Mudah dan Paling Ampuh Mengobati Tulang Belakang Bengkok (Skoliosis atau Scoliosis)

tulang belakang bengkok ke samping

tulang belakang bengkok ke samping



Penyebab terjadinya kelengkungan ini sebagian besar tidak diketahui (idiofatik) dan terjadi pada fase anak-anak, remaja, masa pubertas, dan dewasa. Sementara penyebab lainnya adalah akibat kelainan bawaan (genetic), seperti:
  • Distrofi otot, yakni sekelompok penyakit genetik yang ditandai dengan kelemahan progresif dan degenerasi (kemunduran) otot rangka dalam mengendalikan gerak tubuh. Penyakit turunan ini membuat serat-serat otot sangat rentan mengalami kerusakan.
  • Marfan syndrome (sindrom Marfan) yakni kelainan genetik berupa gangguan pada jaringan ikat yang tidak sempurna sehingga tidak dapat melaksanakan fungsinya. Jaringan ikat merupakan jaringan berserat yang menghubungkan satu bagian tubuh dengan yang lainnya dan merupakan komponen tendon, ligament, tulang rawan, dinding pembuluh darah besar. Sindrom Marfan ini mempengaruhi banyak sistem tubuh dan paling sering mempengaruhi jaringan ikat dari jantung, pembuluh darah, mata, tulang, kerangka tubuh, paru-paru, sumsum, dsb
  • Down syndrome (sindrom Down), yakni kelainan genetik berupa kelainan pembelahan sel pada saat perkembangan awal embrio, sehingga menyebabkan kelainan pada kromosom dimana semua atau sebagian dari sel-sel dalam tubuh mengandung 47 kromosom (normalnya adalah 46 kromosom, yakni 23 dari ibu dan 23 dari ayah) karena adanya ekstra salinan di kromosom nomor 21 (istilah medisnya Tristomi 21)
  • Cacat lahir yang mempengaruhi perkembangan tulang belakang
  • Penyebab lainnya seperti infeksi tulang belakang, kanker, terjadi cedera (trauma) yang terjadi pada tulang belakang, dsb
Berbagai kelainan tersebut menyebabkan otot atau saraf di sekitar tulang belakang tidak berfungsi sempurna dan menyebabkan bentuk tulang belakang menjadi melengkung dari sisi ke sisi, berbentuk seperti S atau C dari garis lurus dan ada juga kemungkinandiputar bila dilihat dari belakang melalui rontgen (sinar X) serta dilakukan pengukuran dengan skoliometer (alat untuk mengukur kelengkungan tulang belakang). Singkat kata skoliosis adalah pembengkokan tulang belakang yang terjadi ke arah samping baik kiri atau kanan (ada kecendrungan secara umum bengkoknya ke kiri) bila dilihat dan diamati dari belakang.

DR. OZ :  9 Cara Mudah dan Paling Ampuh Mengobati Tulang Belakang Bengkok (Skoliosis atau Scoliosis)


Skoliosis bukan penyakit, tidak menular, bukan akibat kurangnya perawatan, bukan karena sering membawa/memikul beban berat di punggung seperti tas ransel, bukan akibat sering mengangkat barang dengan punggung, dsb. Pemeriksaan fisik perlu dilakukan untuk menentukan besar-kecilnya derajat kelengkungan serta untuk mengklasifikasikan tingkat berat atau ringannya skoliosis, dengan klasifikasi sebagai berikut :
  • Ringan, bila derajat kelengkungannya < 20 derajat.
  • Sedang, untuk kelengkungan antara 20-40 derajat
  • Berat, bila kelengkungan > 40 derajat
Berikut ini merupakan tanda atau gejala scoliosis, sebagai berikut :
  1. Tulang belakang terlihat melengkung secara abnormal ke arah samping, Kebanyakan pada punggung bagian atas, tulang belakang membengkok ke kanan dan pada punggung bagian bawah, tulang belakang membengkok ke kiri. Singkatnya, pembengkokan tulang belakang ke arah kanan, sedangkan punggung bagian bawah membengkok ke kiri
  1. Salah satu sisi lebih tinggi dari yang lain, yakni bahu dan pinggul kiri-kanan tidak sama tingginya, bahu kanan lebih tinggi dari bahu kiri sementara pinggul kanan mungkin lebih tinggi dari pinggul kiri.
  2. Kesemutan, sakit pada tangan, dan berkurangnya tenaga pada tangan dalam melakukan aktivitas sehari-sehari seperti membawa tas, mengangkat barang, dsb
  3. Nyeri punggung, leher, tulang rusuk, pinggang, mengalami gangguan pencernaan serta gangguan tidur
  4. Kelelahan terjadi pada tulang belakang setelah duduk atau berdiri dalam waktu lama
  5. Salah satu tulang belikat (rusuk) yang muncul lebih menonjol dari yang lain dan pinggang tidak rata hal ini memungkin terjadi bila kurva scoliosis semakin memburuk, sehingga tulang belakang juga akan memutar (twist) selain melengkung ke salah satu sisi. Akibatnya tulang rusuk pada salah satu sisi tubuh keluar lebih jauh dibandingkan sisi lain
  6. Skoliosis yang berat (dengan kelengkungan > 40 derajat bisa menyebabkan gangguan pernafasan (paru-paru) dan jantung. Selain karena dapat mengurangi jumlah ruang dalam dada, pada skoliosis berat tulang rusuk dapat menekan paru-paru dan jantung, sehingga penderita sulit untuk bernapas dan jantung juga mengalami gangguan untuk memompa darah ke seluruh tubuh.
Nah, jika anda atau keluarga anda mengalami gejala-gejala skoliosis seperti diatas, maka sebaiknya segera lakukan langkah penanganan yang selengkapnya dapat anda simak pada artikel dengan judul 9 Cara Mudah dan Paling Ampuh Mengobati Tulang Belakang Bengkok (Skoliosis atau Scoliosis), berikut ini :
  1. Untuk memastikan mengalami skoliosis, coba lakukan test dengan cara berdiri dan kemudian membungkuk ke depan dari pinggang (membentuk sudut 90 derajat), dengan lengan menggantung longgar, coba perhatikan dan lihat apakah ada salah satu ciri berikut ini :
    • Salah satu sisi tulang rusuk lebih menonjol dari sisi lainnya,
    • Terdapat ketidakseimbangan pada tulang punggungnya yakni salah satu punggung kiri atau kanan lebih menonjol
    • Kedua pundak atau bahu kiri dan kanan tidak sama tinggi
    • Pinggul kiri dan kanan tidak simetris (naik sebelah).
    • Saat posisi berdiri tidak tegak dan lurus, dada kiri atau kanan menonjol sebelah
  1. Jika menunjukan tanda skoliosis diatas, segera diperiksakan ke dokter spesialis orthopedic agar dilakukan foto rontgen dan dilakukan penanganan segera. Bila kelengkungan < 20 derajat, biasanya tidak perlu dilakukan pengobatan, tetapi bisa dengan melakukan aktivitas olahraga yang disesuaikan dengan kondisi tubuh seperti berenang yang bisa membantu pergerakan punggung, olahraga punggung seperti fitness dengan teknik punggung, fisioterapi, peregangan, dsb. Selain itu penderita juga harus menjalani check up secara teratur setiap 6 bulan sekali.
  2. Untuk kelengkungan 20-40 derajat, selain aktivitas olahraga tersebut, maka diperlukan penambahan brace (rangka) yang dipakaikan pada badan atau leher. Brace ini berfungsi menahan laju peningkatan derajat skoliosis, memperbaiki serta menahan struktur tulang belakang pada posisi ideal.
  3. Bila derajat lengkungan > 40 derajat, maka penderita skoliosis dianjurkan menjalani operasi pembedahan (operasi scoliosis disebut fusi tulang belakang) yang bertujuan untuk menghentikan laju pergeseran tulang belakang, memperbaiki bentuk tulang yang bengkok, mengurangi keparahan kurva tulang belakang, dan mencegah skoliosis semakin memburuk. Dengan teknik pembedahan ini bisa dilakukan perbaikan kelengkungan melalui peleburan 2 atau lebih tulang belakang (vertebra) sehingga tidak bisa bergerak secara independen. Setelah dilakukan pembedahan maka akan dipasang brace untuk menstabilkan tulang belakang. Masa penyembuhan luka pasca operasi fusi tulang ini sekitar 2 minggu, sedangkan masa penyatuan segmen-segmen tulang belakang (spinal fusion) sekitar 6-9 bulan.
  4. Pada anak-anak yang masih dalam usia pertumbuhan, lebih mudah untuk memperbaiki tulang punggung agar tidak bertambah parah. Untuk kelengkungan terjadi 25-30 derajat (klasifikasi sedang), biasanya dianjurkan untuk menggunakan brace (alat penyangga) untuk membantu memperlambat progresivitas kelengkungan tulang belakang. Brace dari Milwaukee yang panjang dan Boston yang pendek sangat efektif dalam mengendalikan progresivitas skoliosis. Namun brace ini harus dipasang selama 24 jam/hari sampai masa pertumbuhan anak berhenti (sekitar usia 17-19 tahun). Brace ini bisa didapatkan di toko khusus alat kesehatan atau klinik orthopedy atau bisa dipesan melalui situs online.
  5. Operasi untuk skoliosis dengan kelengkungan > 40 derajat bersifat progresif, artinya jika operasi pada usia anak-anak, harus dilakukan saat mendekati masa kematangan tulang (tulang anak berhenti tumbuh atau usia sekitar 15-20 tahun) karena bila terlalu awal dilakukan, maka dikhawatirkan menghambat pertumbuhan anak.
  6. Mengkonsumsi makanan dan minuman yang mengandung kalsium untuk menjaga dan meningkatkan kekuatan tulang. Selain itu perbanyak mengkonsumsi makanan seperti sayuran, buah-buahan (boleh di jus), makanan yang kaya kalsium seperti susu, yogurt, keju, ikan, makanan yang mengandung protein seperti kacang-kacangan, telur, dsb, mengkonsumsi vitamin D, serta memperbanyak mengkonsumsi air putih minimal 8 gelas/hari atau 2000 ml.
  7. Untuk mengurangi rasa nyeri saat tidur, maka posisi tidur harus miring ke kiri atau kanan, tujuannya untuk mengurangi tekanan sekaligus untuk menjaga tulang belakang berada pada posisi netral. Pilih kasur yang nyaman atau bisa juga dengan memakai kasur kantong udara atau air, sehingga kasur bisa menyesuaikan anatomi tulang belakang yang mengalami skoliosis
  8. Melakukan senam dengan focus pada peregangan saja karena target utamanya bukan pembentukkan, melainkan merilekskan kembali otot-otot yang tegang. Gerakan senam ini berfokus pada perentangan tulang belakang, peregangan otot yang telah kaku dan memperkuat otot yang telah menjadi lemah. Gerakannya cukup mudah namun memiliki dampak pada otot yang mengalami ketegangan. Bila senam ini dilakukan teratur, bisa mengurangi tingkat keparahan skoliosis sambil mengurangi nyeri punggung dan rasa tidak nyaman. Gerakan senam tersebut seperti berikut :
    • Membungkukkan badan ke depan, belakang, samping kanan dan kiri, posisi tangan mengikuti arah badan meliuk. Misal bila badan ditekuk ke samping kiri, maka tangan kanan ditekukan di atas kepala, begitu sebaliknya
    • Berdiri tegak, buka kaki selebar bahu, tekuk dan letakkan sebelah tangan tepat pada dada samping (seperti berkacak pinggang), sementara tangan yang lain diangkat di atas kepala, badan mengikuti arah tangan yang ditekuk.
    • Meletakkan bantal, yang tidak terlalu keras di bawah punggung, duduk, lalu rebahkan tubuh dengan posisi tubuh telentang rileks, sehingga ganjalan tepat di bawah tulang punggung. Lakukan sehingga tulang punggung terasa menjadi rileks.
    • Posisi tubuh telungkup di atas matras. Letakkan kedua tangan di samping tubuh. Kemudian tarik kedua kaki ke atas setinggi-tingginya, diikuti tangan serta kepala. Saat mengangkat ini usahakan hanya perut yang menempel pada matras sehingga tubuh membentuk seperti sampan.
    • Ambil matras, buat posisi seperti orang sedang sujud, hanya saja perut dan paha menempel, kepala ditempelkan pada matras, kedua tangan lurus ke depan, kemudian secara perlahan arahkan tangan sedikit ke samping seperti membelok. Lakukan bergantian, antara samping kanan dan kiri.